Other Menu

Sunday, 26 January 2014

TEROR SI TUYUL


Saat itu saya masih kelas 6SD dan berdomisili di secang magelang, walau sudah lama berlalu, namun kejadian itu  tidak akan terlupakan. pada suatu hari, di komplek tempat saya tinggal digemparkan dengan beberapa kasus kehilangan uang. dan kejadian ini terus berlanjut sampai beberapa minggu berturut-turut, yang membuat seluruh warga komplek mulai merasa tidak aman jika menyimpan sejumlah uang cash dirumah dan memanfaatkan teknologi ATM jika membutuhkan uang cash walau jarak mesin ATM dr komplek cukup jauh. kalau tidak salah, saat itu mesin ATM terdekat di komplek ruko Armada yang jaraknya sekitar 20Km. jadi aktifitas ekonomi warga komplek sangat terganggu dengan kejadian hilangnya uang cash jika disimpan dirumah yang belum terpecahkan ini.

sampai suatu saat dimana terror kehilangan uang ini masih terus terjadi, ayah ku ditugaskan untuk membayar keperluan perusahaan. pihak perusahaan memberi sejumlah uang untuk di bayarkan pada ke esokan hari kepada beberapa supplayer industri, karena jumlahnya yang tidak sedikit, jadi tidak memungkinkan melakukan penarikan lewat ATM, harus melakukan penarikan lewat bank. sedangkan transaksi pembayaran dilakukan hari minggu disaat bank tutup. jadi uang pembayaran tersebut harus diambil sejak hari jumat. kecemasan mulai melanda keluarga kami, karena terror kehilangan uang masih terus berlanjut & ada sejumlah uang perusahaan yang menginap di rumah kami. sampai ayahku meminta beberapa orang satpam perusahaan untuk berjaga disekitar rumah kami beberapa hari.

sampai pada suatu malam, ayah menyuruh ibu, saya & kedua adik untuk tidur. karena ayah mau ronda malam, sudah sejak kemarin ayah belum tidur karena menjaga uang perusahaan yang disimpan dirumah. setelah tidur beberapa saat, saya terbangun karena ingin buang air kecil. karena sudah larut malam jadi hampir seluruh lampu ruangan dimatikan, yang menyala hanya lampu hias kecil dengan cahaya redup. saya berjalan dalam keadaan ngantuk berat ke kamar mandi yang berada di ujung lorong rumah. ketika saya berjalan, terlihat sosok bayangan dr arah dapur. saya pikir itu ayah karena biasa nya ayah selalu pulang ronda lewat pintu belakang rumah & mampir ke dapur untuk menyedu secangkir teh sebelum istirahat. ide iseng saya pun muncul, saya mengendap2 ke arah sudut lorong sambil menunggu ayah lewat lorong & menagetkan ayah. terdengar suara langkah kaki mendekat. semakin dekat dan dekat. dan….!!

“Doooorrrr….!!!! ” teriak ku sambil lompat ke arah ayah. bukan ayah yang kaget, justru saya yang kaget setengah mati. karena yang mau saya kagetkan bukan ayah, tapi sesosok makhluk berwarna coklat agk biru kehijauan, berbadan bungkuk yang berkaki pendek, menggunakan celana cawat ( sempak ) lusuh, dengan tangan menjuntai panjang sampai kelantai , dan kepala yang bentuknya seperti benjolan2 kedalam & keluar. mata nya besar dengan hidung agak pesek, mulutnya lebar dengan beberapa gigi taring. bagi yang pernah menonton film the lord of the rings, mungkin tau tokoh “smeagol” , nah sosoknya mirip2 seperti itu. walau cahaya ruangan saat itu sangat redup, jarak ku dari sosok itu kurang dari 2 meter. tiba2 tangan dari sosok itu langsung mengibas ke arah ku, dan tepat mengenai badan ku. membuat ku terhempas beberapa meter kebelakang. tidak peduli dangan sosok yang dianggap mengerikan seperti itu, karena saya merasa terprovokasi, walau nafas agak sesak, saya berusaha menyerang balik. perkelahian pun tidak terelakkan. beberapa kali saya memukul, menendang bahkan menggunakan benda2 disekitar saya seperti raket tenis & piala besi, untuk menghantamnya. tp makhluk itu tidak bergeming sedikit pun. saya merasa seperti berkelahi melawan samsak tinju.

makhluk itu merasa tidak peduli dengan kehadiran saya yang terus berusaha menghantamnya dengan berbagai barang keras di ruang tengah. sampai beberapa guci berjatuhan dari atas meja. membuat suara semakin gaduh tidak karuan. makhluk itu mengibaskan tangan yang panjang itu lagi dan tepat mengenai pipi sebelah kiri ku. sampai aku terpelanting setengah salto jatuh kelantai. 1 gigi ku lepas karena benturan keras tadi. seperti dihantam sesuatu yang lunak namun sangat bertenaga dan berat. saya langsung berdiri lagi, mengambil beberapa benda disekitarku dan melemparkan kearah makhluk itu. suara semakin gaduh membuat ayah, ibu & adik2 ku bangun. ayah yang melihat kejadian itu pertama kali langusung menyuruh ibu & adik2 ku kembali masuk ke kamar, ayah langsung mengambil sapu lidi & membaca beberapa doa.

ayah langsung memukul makhluk itu dengan sapu lidi dengan keras, dan mahluk tadi langsung terpelanting sampai terbentur tembok. sejenis cairan berwarna hijau muncrat ke berbagai arah. entah apa itu. makhluk itu menatap ayah ku dengan penuh amarah. sebelum makhluk itu berdiri, ayahku  langsung menghantam makhluk itu lagi dengan sapu lidi sampai tersungkur kelantai. ayahku memegang kaki makhluk itu dan menyeretnya ke garasi samping rumah. saya melihat ayah menghantam makhluk itu bertubi2 dr dalam ruang tamu. benar2 pembantaian pikir ku. lalu aku melihat kearah tembok tadi. aneh nya, cipratan cairan tadi hilang, padahal tadi cairan itu benar2 muncrat kesegala arah ruangan.

setelah beberapa saat, ayah kembali masuk kedalam rumah & memanggil ibu. entah apa yang di bicarakan. lalu ibu memeriksa & membersihkan luka2 ku. sampai pagi hari menjelang, kemudian ayah bercerita kalau makhluk tadi malam itu TUYUL, dan kata ayah, makhluk itu dipelihara oleh seseorang. ayah tidak tau siapa tuan dari TUYUL itu, tapi yang jelas, sang tuan dari TUYUL itu akan mengalami luka2 yang sama seperti TUYUL peliharaannya. jadi tinggal dilihat saja siapa yang terluka parah setelah kejadian itu. setelah kejadian malam itu, sudah tidak ada lagi kasus kehilangan uang dalam beberapa minggu.

Artikel Terkait

0   comments

Post a Comment

Cancel Reply