Other Menu

Sunday, 26 January 2014

SUNDEL BOLONG DI GANG

 
Desa dimana temenku tinggal terdapat jalan tanah yang membelah sawah yang menghubungkan desa tersebut dengan jalan Bypass, jalan tersebut hanya diterangi beberapa lampu kuning 5 watt samping kirinya kebun bambu samping kanannya sawah dan orang-orang situ menamainya “Gang Sundel Bolong” kenapa? karena gang tersebut dihuni oleh kuntilanak yang sering mengganggu siapa saja yang lewat disitu. Gak tahu gimana sejarah kuntilanak tersebut sampai menghuni gang itu. Aku akan menceritakan beberapa keusilan yang dilakukan kuntilanak tersebut yang ceritanya aku dapat dari temenku itu.

cerita pertama

Cerita pertama temenku sendiri yang mengalami bersama temen-temennya, waktu masih sekolah dulu temenku dan gengnya ada acara mabuk (jangan ditiru) di gang tersebut atau dipinggir sawah pada malam hari. Saat sedang asik-asiknya mabuk tiba-tiba salah satu dari mereka ada yang nyeletuk “eh onok wong gendeng joget-joget…lucu” (eh ada orang gila nari-nari…lucu) maka mereka semua melihat arah yang ditunjuk temennya tadi dan memang terlihat seperti “orang gila” dengan rambut acak kadut pake baju lusuh sedang menari-nari ditengah jalan gang. Mereka pun tertawa-tawa melihatnya hingga “orang gila” tersebut tiba-tiba menghilang dan itu langsung membuat mereka sadar bahwa yang barusan itu kuntilanak, mereka pun lari tunggang langgang.

cerita kedua

Diujung gang sundel bolong tepatnya dipinggir jalan Bypass dibangun pos polisi untuk mengontrol jalan. Setelah proses pembangunannya selesai maka ditempatkanlah beberapa polisi untuk bertugas di pos tersebut. Dan para pak polisi tersebut pun mendapatkan perkenalan pertamanya dengan sang kuntilanak. Menurut mereka saat dinas malam pertama mereka mendengar suara perempuan menangis dan minta tolong, para pak polisi pun mencari-cari asal suara dan mereka pun menemukan asal suara tersebut berada dibelakang pos polisi, setelah dilihat bebarengan maka tampaklah seonggok kuntilanak yang menyeramkan maka kaburlah para polisi tersebut.

cerita ketiga

Sebut saja namanya pak X dia seorang penarik becak yang mangkal di terminal kotaku. Pada suatu malam saat sedang menunggu penumpang pak X diminta seseorang untuk mengantarkannya pulang (tenang penumpangnya orang beneran kok..hehe) yang ternyata rumah penumpang tersebut berada didesa temenku tadi maka tentu saja lewat gang sundel bolong tersebut. Karena berangkatnya berdua maka pak X biasa ajha setelah sampai tujuan pak X pun kembali ke terminal dan kembali melewati gang tersebut. Namun jalan yang dilaluinya tadi kok berubah lebih tepatnya jalan yang semula ada tiba-tiba buntu dan ditumbuhi kebun bambu. Pak X pun bingung kok jalannya berubah, lalu pak X sadar dan berucap “mbah ojok ngganggu kulo mek nunut liwat” (mbah jangan ganggu aku cuma numpang lewat) dan secara tiba-tiba kebun bambu tadi hilang dan kembali berupa jalan biasa. Beruntung gak ada penampakan.

Artikel Terkait

0   comments

Post a Comment

Cancel Reply