Saat itu malam sangat dingin, seperti biasa menjadi ke khasan tersendiri sebuah kota di lereng pegunungan. Kegiatan Persamai Di SMK saya cukup lancar, berjalan dengan baik. dan waktu masih terus berjalan saat kita menunggu untuk jadwal kegiatan berikutnya.
Jam 11.00 WIB kami Panitia kegiatan persami berkumpul dan bersiap untuk menuju POS Jurit malam dimana letaknya cukup jauh, yang beberapa hari sebelumnya sudah kami tentukan lokasinya, dan cukup untuk menguji nyali. Akhirnya teman-teman saya berangkat, dan saya yang sudah hafal peta lokasi perjalanan jurit malam, mendapat tugas sebagai tim penyisir, dan otomatis saya berangkat terakhir. O ya Tim penyisir kami terdiri dari 3 orang. saya , temen cewek dan seorang guru.
Jam 11.45 WIB, saya mendapat konfirmasi dari Handy Talky bahwa semua sudah siap, kemudian saya dan rekan-rekan segera membangunkan adik kelas untuk mengikuti Kegiatan Jurit malam. Cukup susah juga memastikan mereka benar-benar sudah siap karna mereka masih terlihat cukup lelah dengan kegiatan sebelumnya. Jam 00.00 WIB Semua adik kelas sudah mulai berangkat secara bertahap, dan saya tim penyisir menunggu untuk konfirmasi berikutnya.
Jam 01.25 , saya mendapat konfirmasi untuk siap berangkat, kita bertiga berjalan keluar dari SMK, kita melewati rute pertama , dimana tidak jauh dari SMK kami kurang lebih 3oo m ada sebuah Kuburan yg menghadap ke TK dimana jalan raya menuju perkampungan dan desa terpencil tepat berada di tengah, awalnya semua berjalan cukup baik , sampai tepat didepan kuburan, cukup dekat ada sebuah nisan dan dibelakangnya tumbuh pohon yg cukup tinggi dan rindang. Tiba-Tiba dari arah atas ujung pohon ada gelombang berangsur-angsur turun kebawah mirip sebuah longsor tepatnya. saya dan temen cewek saya yg kaget dengan kejadian tersebut sontak lari (waktu itu saya sampe heran bisa menempuh jarak 100 m dalam waktu kurang dari 10 detik wkwkw).
saat itu tinggal guru saya yang masih berdiri, secara langsung melihat dan berhadapan dengan pocong, prosesnya mirip seperti di film, dimana setelah pohon yg bergoyang tiba-tiba diatas nisan keluar asap dan munculah si pocong, kejadian itu hanya terjadi beberapa detik saja, untungnya kami g lihat.hehe . Saya melihat wajah guru , agak pucat juga si,soalnya keberanian yg dipaksain.hehe. kemudian kita berusaha melupakan kejadian tersebut dan melanjutkan perjalanan, pos demi pos kita lewati. setelah merasa yakin tidak ada yg tertinggal kita kembali ke sekolah, Disekolah pun heboh saat kita berbagi cerita tentang pengalaman malam itu, dan ternyata temen saya yg berjaga di beberapa pos juga memiliki versi mereka sendiri. asem jd g bisa tidur malam itu, mana sekolahn juga horor lagi.
Jam 11.00 WIB kami Panitia kegiatan persami berkumpul dan bersiap untuk menuju POS Jurit malam dimana letaknya cukup jauh, yang beberapa hari sebelumnya sudah kami tentukan lokasinya, dan cukup untuk menguji nyali. Akhirnya teman-teman saya berangkat, dan saya yang sudah hafal peta lokasi perjalanan jurit malam, mendapat tugas sebagai tim penyisir, dan otomatis saya berangkat terakhir. O ya Tim penyisir kami terdiri dari 3 orang. saya , temen cewek dan seorang guru.
Jam 11.45 WIB, saya mendapat konfirmasi dari Handy Talky bahwa semua sudah siap, kemudian saya dan rekan-rekan segera membangunkan adik kelas untuk mengikuti Kegiatan Jurit malam. Cukup susah juga memastikan mereka benar-benar sudah siap karna mereka masih terlihat cukup lelah dengan kegiatan sebelumnya. Jam 00.00 WIB Semua adik kelas sudah mulai berangkat secara bertahap, dan saya tim penyisir menunggu untuk konfirmasi berikutnya.
Jam 01.25 , saya mendapat konfirmasi untuk siap berangkat, kita bertiga berjalan keluar dari SMK, kita melewati rute pertama , dimana tidak jauh dari SMK kami kurang lebih 3oo m ada sebuah Kuburan yg menghadap ke TK dimana jalan raya menuju perkampungan dan desa terpencil tepat berada di tengah, awalnya semua berjalan cukup baik , sampai tepat didepan kuburan, cukup dekat ada sebuah nisan dan dibelakangnya tumbuh pohon yg cukup tinggi dan rindang. Tiba-Tiba dari arah atas ujung pohon ada gelombang berangsur-angsur turun kebawah mirip sebuah longsor tepatnya. saya dan temen cewek saya yg kaget dengan kejadian tersebut sontak lari (waktu itu saya sampe heran bisa menempuh jarak 100 m dalam waktu kurang dari 10 detik wkwkw).
saat itu tinggal guru saya yang masih berdiri, secara langsung melihat dan berhadapan dengan pocong, prosesnya mirip seperti di film, dimana setelah pohon yg bergoyang tiba-tiba diatas nisan keluar asap dan munculah si pocong, kejadian itu hanya terjadi beberapa detik saja, untungnya kami g lihat.hehe . Saya melihat wajah guru , agak pucat juga si,soalnya keberanian yg dipaksain.hehe. kemudian kita berusaha melupakan kejadian tersebut dan melanjutkan perjalanan, pos demi pos kita lewati. setelah merasa yakin tidak ada yg tertinggal kita kembali ke sekolah, Disekolah pun heboh saat kita berbagi cerita tentang pengalaman malam itu, dan ternyata temen saya yg berjaga di beberapa pos juga memiliki versi mereka sendiri. asem jd g bisa tidur malam itu, mana sekolahn juga horor lagi.

0 comments
Post a Comment