Other Menu

Sunday, 26 January 2014

MENGUSIR HANTU JALANGKUNG


Waktu kakakku smp kelas 3 ,dia mendapat kelas yah bisa di bilang paling serem soalnya kelasnya paling pojok belakang dan besebelahan sama gudang tata busana. Menurut kakak saya kejadian nya waktu siang pada saat itu pelajaran adalah kesenian (biasanya sih kalau jam kesenenian kelas di bagi dua yang cewek di kelas dan yang cowo di lap). Nah jadilah satu kelas cewek semua,karena guru nya gak masuk jadi ya jam kosong. Sesuai tradisi jaman sekolah kalau ada jam kosong pastilah sibuk dengan acaranya masing2.

Singkatnya saat kakakku asyik ngobrol dengan teman sebangkunya, dia kaget saat dari depan kelas terdengar teriakan dari 4 orang temannya,sebut saja si A,B,C dan D. Sebagai ketua kelas yang baik, kakukku melihat apa yang terjadi. Ternyata ke- 4 temannya itu main jalangkung , dan pada saat itu ke 4 temannya sedang memegang boneka jalangkung yang ngamuk(katanya sih iseng). Dengan rasa cuek bertanya pada mereka dan terjadilah percakapan. Kurang lebih seperti ini

kakakku= gal= G

A : “gal tolong gocekono iki”(gal tolong pegangin ini) sabil memegan jalangkung yang bergoyang kesana kemari

G :” emang opo iku” ( emang apa itu) masih melihat kejadian di dpan nya

A : “cepetan aku wes ra kuat”(cepat aku sudah gak kuat)

karena melihat teman yang sudah terengah2 , maka di ambilnya boneka itu. Kakak mengambil nya hanya dengan tangan satu.
“endi wong ora obah ngene”( mana orang tidak bergerak gini) sambil membalik2kan boneka tsb lalu melemparnya kedepan.
Dan tau apa yang tejadi boneka jalangkun itu berdiri, kakakku yang kaget lalu berteriak lantang tanpa ada rasa tak untuk memberi tau kepada teman2. ” ojo onok seng kosong pikirane usahano dongo dewe2″(jangan ada yang kosong pikirnya dan usahakan berdoa masing2) kepada teman2 yang sudah berada di kelas paling belakan ketakuta. Dan mulailah kakakku berkomunikas
jalangkun=J

G:” lpo kowen rene”(kenapa kamu kesini)
J: menulis “aku diundang sama si A,B,C dan D”
G: “zo wes nek ngunu ndang moleh”(za sudah kalau gitu cepat pulang)
J:menulis “kalau gitu antar aku”
G:”piye carane”( bagaimana caranya) sedikit penasaran
J: menulis “lepaskan baju pada boneka yang ada di ruang tata busana”
G: “za ra mungkin wong ruang tata busana dikunci tro kuncine di gwo kepala sekolah”(ya tidak mungkin orang ruang tata busana dikunci dan kunci nya di bawa kepala sekolah) lanjut kakakku “nek awak mu ra ngaleh z wes neng kunu ae tpi ojok ganggu koncoku sampek aku ngerti awakmu gangu tak pateni awakmu”(kalau kamu tidak pergi kamu tinggal saja di situ tpi jangan sampai ngangu teman2 ku kalau tidak akan ku bu*+&%h kau).

Dalam hitungan detik boneka itu ambruk lalu dengan segera di buang oleh kakakku. Menurut teman2 jika mereka melihat boneka yang ada di ruang tata busana kadang tersenyum kadang mengedip, tpi bila kakakku yang melihat seolah mematung (emang patung).

Artikel Terkait

0   comments

Post a Comment

Cancel Reply