KETEMU HANTU KUNTILANAK DAN POCONG
Peristiwa ini terjadi kira-kira dua tahun yang lalu, saat aku masih tinggal di rumah lama, di sebuah rumah di sebuah gang buntu di RT 11 RW 06 Cipinang Melayu. Ketika itu, sekitar jam 04.30 sehabis sembahyang subuh, aku dan adikku Mida mau jalan-jalan pagi, olahraga. Karena kami masih kecil-kecil, kami tak mau jalan jauh-jauh dari rumah, takut diculik orang. Rencananya, dari mulut Gang Buntu ke kiri ke arah Masjid Agung yang hanya berjarak 3 rumah dari gang kecil dan balik lagi sampai di ujung jalan Manunggal Raya yang juga hanya berjarak 3 rumah dari gang Kecil rumah kami. Saat itu aku masih duduk di kelas III SDN Cipinang Melayu 011 dan Mida masih di kelas A PAUD Matahari.
Minggu pagi, aku dan Mida keluar rumah menuju jalan Manunggal raya melewati gang buntu yang ada di antara rumah Bagas dan rumah mas Upi. Rumah Bagas dan rumah mas Upi ada di pinggir jalan Raya Manunggal. Rumah mas Upi ada tokonya. Di seberang toko Mas Upi ada tanah kosong berpagar, kami sering bermain di tanah kosong itu. Main layang-layang, main sepeda, main sepak bola dan lain sebagainya bersama anak-anak yang tinggal di gang buntu. Pintu pagar tanag kosong itu berseberangan dengan mulut gang buntu. Di dekat pagar ada pohon rambutan dan pohon Cherry.
Setelah sampai di mulut gang gang buntu, saat kami mau belok kiri ke arah Masjid Agung, kami terkejut. Di atas pagar, di pohon Cherry, kami melihat sosok wanita berambut panjang awut-awutan berbaju putih berdiri di samping pocong. ‘ih, ada kuntilanak sama pocong’ kata Mida spontan. Tanpa ba bi bu, kami langsung balik, lari pulang lagi. Mida lari sambil berteriak “umi, umi”. Untung pagar rumah masih terbuka, dan Umi lagi menyapu halaman membersihkan daun-daun jambu di halaman. Pintu rumah juga sudah terbuka. Kami langsung masuk rumah. Umiku yang lagi nyapu halaman bertanya “kok cepet banget jalan-jalannya?, gak jadi jalan-jalan?”, tanya umi kepada kami. “males ah, ada pocong sama kuntilanak di lapangan”, kata Mida. “emang Mida lihat?”, tanya Umi. “ya lihat”, jawab Mida. “Ais juga lihat?”, tanya Umi ke aku. “iya, di pohon Cherry deket pager”, jawabku singkat. Umi masuk dapur, mengambil dua gelas air dan memberikan kepada kami. “Nih, minum dulu, biar kagetnya ilang”, kata Umi. Kami langsung minum. “Mida takut?”, tanya Umi ke Mida. “enggak, nggak takut. Cuma males aja ngeliatnya”, jawab Mida. “Ais takut nggak?”, tanya Umi ke aku. “Nggak, ngapain takut, Cuma serem doang”, jawabku.
Ya, begitulah ceritanya, kami tidak jadi jalan-jalan pagi gara-gara ketemu hantu kuntilanak dan hantu pocong.

0 comments
Post a Comment